Review Singkat Banget CBR250RR

Sudah sekitar 2 minggu CBR si kakak dikirim oleh Honda. Dalam waktu ini sudah dicoba untuk dipakai dalam komplek karena belum ada TNKB & STNKnya. Meski belum dapat dipakai kejalan umum dan dipakai kemampuan realnya di jalanan, namun cukup memberikan emak gambaran mengenai motor CBR250RR ini.


Mode favorit saat ini adalah mode comfort, karena memang mode ini yang paling cocok untuk dipakai dijalan kecil yang tidak bisa memacu motor. Kopling sangat santai meski jalan sekitar 10-20km/jam, berbeda dengan motor lainnya jika berjalan lambat harus sering setengah kopling. Namun dengan mode comfort ini powernya sebenarnya sudah gede, meski belum potensial sesungguhnya. Throttle gas terasa ada delay namun ini wajar untuk keperluan mode ini yang memang untuk berjalan lambat di jalan perkotaan yang macet.

Berikutnya sempat mencoba mode Sport, pada mode ini power motor sudah terasa meledak-ledak. Throttle gas tidak lagi terasa delay, sehingga terasa lebih spontan. Namun dengan power sebesar inipun masih belom true potencial dari CBR250RR. Masih ada mode terakhir sport plus. Belum sempat mencoba mode ini secara maksimal karena tidak ada TNKB yang membuatnya tidak dapat digunakan ke jalan umum. Namun  dari percobaan singkat-singkat, mode sport plus terasa sekali gasnya lebih instant. delay sudah benar-benar lenyap. Memang benar mode sport plus ini lebih cocok buat di sirkuit daripada di jalan raya.

Selanjutnya shock usd depan terasa sangat empuk dan stabil sekali saat melewati polisi tidur dan jalan yang sedikit bergelombang. Untuk tempat boncengannya seperti motor sport lainnya tidak nyaman dan bikin sakit pinggang. Terutama pinggang emak-emak nih. Dibonceng 15 menit saja rasanya capek sekali. Karena itu saat si kakak minta dimodif agar jadi single seater, emak langsugn setuju. Karena percuma banget, ga nyaman sekali. Jadi buat yang ingin kasih kado CBR250RR buat hubby-nya atau buat anak laki tercinta, jangan ragu ya. Sama emak dijamin TOP dah.

Comments

Popular posts from this blog

Xpander Mulai Kehilangan Momentum

Film & Pengaruhnya Terhadap Penggemar Otomotif

GIIAS 2019 Pertama Kalinya Kota Pahlawan Dipilih Menjadi Pembuka